Cara Penanganan Pasien Geriatri

Geriatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia. Pasien geriatri adalah pasien lansia yang memiliki satu atau lebih penyakit yang mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Pasien geriatri biasanya identik dengan lansia, namun tidak semua pasien usia lanjut merupakan pasien geriatri. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) RI No. 79 tahun 2014, pasien geriatri adalah pasien lansia yang memiliki satu atau lebih penyakit yang mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dr. Rensa, Sp.PD-K.Ger, Spesialis Geriatri di RS Atma Jaya menjelaskan bahwa geriatri diartikan sebagai cabang ilmu kedokteran yang memelajari penyakit dan masalah kesehatan pada usia lanjut yang menyangkut preventif, diagnosis, dan tata laksana. Proses menua mengakibatkan penurunan fungsi sistem organ seperti sistem sensorik, saraf pusat, pencernaan, kardiovaskular, dan sistem respirasi. Selain itu terjadi pula perubahan komposisi tubuh, yaitu penurunan masa otot, peningkatan masa dan sentralisasi lemak, serta peningkatan lemak intramuskular. Masalah yang sering dijumpai pada pasien geriatri adalah sindrom geriatri yang meliputi: imobilisasi, instabilitas, inkontinensia, insomnia, depresi, infeksi, defisiensi imun, gangguan pendengaran dan penglihatan, gangguan intelektual, kolon irritable, impecunity, dan impotensi.

Terkait dengan rumitnya permasalahan kesehatan yang dialami serta karakter khusus yang dimiliki oleh pasien lansia dan geriatri, maka diperlukan cara dan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan pasien yang usianya lebih muda atau kurang dari 60 tahun.

“Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri (P3G) merupakan suatu prosedur untuk mengevaluasi pasien geriatri secara multidimensi, dengan mengurai semua masalah pasien, menemu kenali semua aset pasien, mengidentifikasi jenis pelayanan yang dibutuhkan, dan mengembangkan rencana asuhan secara terkoordinasi.”

“Metode pengkajian ini mencakup hampir seluruh aspek dalam kehidupan lansia tersebut (bio-psiko-sosio-spiritual),” tambah dr. Rensa dalam acara Grand Opening RS Atma Jaya Paviliun Bonaventura, di kawasan Jakarta Utara, Selasa, 9 Juli 2019.

“Salah satu komponen penting dalam P3G adalah penilaian fungsi kognitif. Beberapa penyakit kronis tertentu seperti diabetes, dislipidemia (kenaikan kadar lemak darah), dan hipertensi dianggap sebagai faktor risiko dari gangguan/penurunan fungsi kognitif melalui interaksi kompleks yang menyebabkan perubahan seluler di otak manusia,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six × = 6