Category Archives: Artikel BPJS Kesehatan

BPJS Akan Putuskan Kerjasama dengan Rumah Sakit yang Nakal

bpjspelatihan rumah sakit – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan menindak langsung rumah sakit yang berbuat curang atau tidak melayani dengan memuaskan. Staf Ahli Direksi Bidang Komunikasi dan Partisipasi Masyarakat BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi mengatakan pihaknya akan memutus kerjasama apabila ada rumah sakit yang tidak komitmen dalam melayani peserta BPJS Kesehatan. ”Kalau gak ada komitmen kita putus,” ucap Irfan saat ditemui di sebuah diskusi di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2018).  Irfan memastikan pemutusan akan dilakukan meskipun hal itu terjadi pada rumah sakit besar maupun rumah sakit yang tergabung dalam sebuah grup. Ia mencontohkan kejadian tersebut pada sebuah rumah sakit di kawasan Bekasi.”Di bekasi ada rumah sakit, satu grup,  yang satu bagus yang satu enggak, yang tidak bagus kita putus,” ungkap Irfan. Continue reading

Peserta Jamkesda Membeludak, Rumah Sakit di Daerah Ini Tambah Utang

perawat operasiJumlah tunggakan biaya pembayaran pengobatan peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) terus bertambah. Hingga menjelang akhir Januari 2017 ini jumlah tunggakan Jamkesda mencapai Rp10,6 miliar. Tunggakan itu terdiri dari tunggakan di RSUD Soewondo Pati sebesar Rp8 miliar, dan sisanya merupakan utang yang harus ditanggung 29 Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Pati.Dari informasi yang berhasil dihimpun, setiap peserta Jamkesda yang berobat, rumah sakit akan menambah utang baru agar pelayanan tetap maksimal.Direktur RSUD RAA Soewondo Pati Suworo Nur Cahyono membanarkan tunggakan Jamkesda di rumah sakit yang dipimpinnya mencapai angka Rp8 miliar. “Namun kami berupaya pelayanan bagi peserta Jamkesda tetap berjalan secara baik,” ujarnya, seperti mengutip KRjogja, Senin (30/1/2017). Continue reading

IDI: 80 Persen Dana BPJS Kesehatan Habis di Rumah Sakit

bpjs

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyoroti masih banyaknya persoalan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memasuki tahun ke ketiga pelaksanaannya. Secara khusus, IDI menyoroti masih tingginya angka rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTL) ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKTL) atau rumah sakit.Ketua Umum PB IDI, Prof Oetama Marsis, mengatakan, JKN identik dengan penataan sistem rujukan. Tingginya kasus rujukan di FKTL, lanjut dia, menjadikan pembiayaan pelayanan kesehatan menjadi naik tidak terkendali. Idealnya dalam pelaksanaan JKN, 80 persen kasus selesai di FKTP dan 20 persen kasus di FKTL. Dengan besarnya dana yang dihasilkan antara FKTP dan FKTL sama masing-masing 50 persen. Continue reading