India Bangun RS Darurat Corona Seluas 20 Kali Lapangan Sepakbola dalam Waktu 10 Hari

India Bangun RS Darurat Corona Seluas 20 Kali Lapangan Sepakbola dalam Waktu 10 Hari

Bangsal luas rumah sakit darurat covid-19 di New Delhi, India, yang menyediakan 10.000 tempat tidur. Tempat tidurnya terbuat dari karton.

Pelatihan Rumah Sakit – Jakarta menggunakan beberapa menara Wisma Atlet di Kemayoran untuk tempat isolasi penderita covid-19, sementara New Delhi, Ibu Kota India, membangun rumah sakit darurat dengan kapasitas 10.000 tempat tidur untuk tujuan yang sama.

Sejak hari ini, Senin, 6 Juli 2020, menurut laporan hindustantimes.com, sudah puluhan pasien dirawat rumah sakit darurat yang diberi nama Sardar Patel Covid Care Centre and Hospital (SPCCCH) itu, setelah diresmikan penggunaannya pada Minggu, 5 Juli lalu.

Rumah sakit seluas 20 kali lapangan sepak bola ini dibangun dalam waktu 10 hari.

Ini adalah fasilitas perawatan covid terbesar di dunia yang akan berfungsi sebagai pusat isolasi untuk pasien covid-19 yang ringan dan tanpa gejala.

Setidaknya 10 persen dari seluruh tempat tidur memiliki fasilitas oksigen jika pasien mengalami sesak napas parah dan memerlukan perawatan rumah sakit tersier.

Rumah sakit darurat tersebut dibuat karena kasus covid-19 di India, khususnya di New Delhi, kian meningkat.

Sampai kemarin saja, data resmi menyebut lebih dari 100.000 kasus di New Delhi.

Semua rumah sakit sudah kewalahan menangani pasien yang terus berdatangan.

Pemerintah New Delhi bahkan sudah menggunakan gerbong kereta api yang tidak dipakai, untuk digunakan sebagai ruang perawatan. Toh, tetap saja tak mencukupi.

Sebagian besar infrastruktur dasar seperti tempat tidur, selimut, seprei, dan lainnya, disumbangkan oleh berbagai organisasi masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintah.

Yang unik, sebagian besar tempat tidur terbuat dari kertas karton tebal atau kardus yang sudah dirancang untuk dibongkar-pasang secar mudah.

Meski terbuat dari kardus, tempat tidur itu dirancang mampu menahan beban sekitar 200 kg, dan tahan sampai 2 tahun.

Berikut detail dari RS darurat tersebut.

Pusat ini memiliki panjang 520 meter, lebar 213 meter, atau sekitar 20 kali luas lapangan sepakbola, dan memiliki 200 bangsal yang masing-masing berisi 50 tempat tidur.

Rumah sakit ini didinginkan oleh 18.000 ton AC, memiliki lantai tanah yang ditutupi dengan karpet dan kemudian dilapis dengan lembaran vinil untuk memudahkan pembersihan.

Fasilitas ini dibagi menjadi tiga bagian: yang terbesar untuk pasien, yang lain untuk perawat dan dokter, dan yang ketiga akan berfungsi sebagai ruang kendali.

Sepuluh persen dari seluruh jumlah tempat tidur memiliki fasilitas oksigen jika pasien mengalami sesak napas parah dan memerlukan perawatan rumah sakit tersier.

Ada 600 toilet dengan 70 toilet portabel, termasuk tiga toilet khusus untuk penyandang disabilitas, yang ditempatkan di luar.

Pihak berwenang akan menggunakan aplikasi e-rumah sakit yang dikembangkan oleh National Informatics Center (NIC) untuk menangani masuk dan keluar pasien. Sebuah tim akan bekerja pada 400 komputer di pusat.

Mahanagar Telephone Nigam Limited (MTNL) telah diminta untuk menyediakan sambungan telepon rumah dan internet di fasilitas tersebut.

Setiap pasien mendapat tempat tidur, bangku, kursi, lemari plastik kecil, tempat sampah dan peralatan, dan perlengkapan mandi.

Fasilitas pengisian daya telepon dan laptop individu akan tersedia untuk setiap tempat tidur. Pasien juga dapat membawa laptop mereka tetapi untuk aplikasi video atau audio apa pun, mereka harus menggunakan headphone.

Pasien memiliki akses ke pusat rekreasi bersama dengan perpustakaan, permainan papan, lompat tali, dan lainnya.

Kerabat pasien tidak akan diizinkan masuk ke dalam gerbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 × = seven