Rumah Sakit Tolak Berobat Warga Pakai Kartu BPJS Siap-siap Disanksi dan Dicopot Direkturnya

rumah sakit lorongPelatihan Rumah Sakit – Anggota komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Irma Suryani SE menegaskan, Direktur atau pimpinan rumah sakit yang menolak warga yang akan berobat menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) siap-siap dicopot dari jabatannya. Pasalnya, jika pihaknya mendapat laporan warga yang ditolak berobat menggunakan kartu BPJS oleh rumah sakit maka akan ditindaklanjuti hingga pihak rumah sakit dikenakan sanksi.”Kami menghimbau seluruh masyarakat yang ditolak pihak rumah sakit ketika akan berobat menggunakan kartu BPJS, silahkan lapor ke kita baik melalui rumah aspirasi Partai Nasdem atau sekretariat Nasdem maka akan segera kita tindaklanjuti,” tegasnya ketika diwawancarai di sela-sela sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, Senin (18/12/2017).

Menurut Irma, pihak rumah sakit yang menolak warga berobat bisa dikenakan sanksi baik pencabutan izin hingga pencopotan pimpinan atau direktur rumah sakit bersangkutan.”Kalau tidak terima pasien BPJS bisa dicopot itu direkturnya, jangan main-main,” tegasnya.Irma menjelaskan, pihaknya sengaja mengaktifkan rumah aspirasi Nasdem yang bertempat di Jalan jendral Sudirman tepatnya di Kecamatan Cambai untuk menerima laporan dan seluruh aspirasi masyarakat setiap harinya.

“Laporan-laporan yang masuk akan ditindaklanjuti, jika itu urusan di Kota Prabumulih maka dewan kita akan bergerak dan jika urusan pusat maka saya akan tindaklanjuti,” bebernya.

Dalam kesempatan itu juga Irma mengatakan, ia selaku anggota komisi IX DPR RI sengaja melakukan sosialisasi BPJS ketenagakerjaan ke masyarakat lantaran saat ini banyak yang belum mengetahui bagaimana mendaftar dan apa saja manfaat menjadi anggota.

“Padahal pekerja baik di perusahaan atau usaha pribadi seperti dagang dan lainnya harusnya bisa jadi anggota BPJS ketenagakerjaan. Kalau mereka masuk banyak manfaat yang baik bisa diterima contohnya jaminan hari tua hanya 3 persen dari penghasilan dan untuk pensiun hanya 2 persen, itu kecil dibanding penghasilan usaha sementara sudah dapat tunjangan pensiun,” katanya seraya mengatakan komisi IX DPR RI yang membidangi BPJS sudah selayaknya memberikan sosialisasi ke masyarakat.

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Muaraenim, Nolly Noer Amien didampingi Kepala Cabang Printis Prabumulih, Darwati mengatakan, saat ini di Prabumulih ada sekitar 329 perusahaan dan sebanyak 6000 sudah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

“Ada peningkat dari tahun sebelumnya yang daftar BPJS Ketenagakerjaan, peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya karena sudah banyak masyarakat sadar manfaatnya. Peningkatan juga tidak terlepas dari bantuan ibu Irma Suryani yang terus mensosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya. (eds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ four = 9

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>