Tag Archives: manajemen rumah sakit

RS Pondok Indah Jadi “Digital Hospital” Pertama di Indonesia

Pelatihan Rumah Sakit | Diklat Rumah Sakit – Rumah Sakit Pondok Indah Group mulai tahun ini menerapkan sistem informasi rumah sakit baru. Sistem digital tersebut digunakan bukan hanya dalam adminitrasi pasien, tapi juga layanan klinis dan penunjang medis. Ini menjadikan rumah sakit tersebut menjadi digital hospital pertama di Indonesia.”Penerapan sistem informasi digital menjadikan semua informasi terintegrasi secara online dan rekam medis pasien akan tercatat secara real time. Hal tersebut memudahkan tim medis untuk mengakses data sehingga pelayanan terhadap pasien akan lebih cepat dan tepat,” kata CEO RS Pondok Indah (RSPI) Group Yanwar Hadiyanto.
Continue reading

RSAL Dr Ramelan Surabaya Siap Bersaing dengan RS Asing

Pelatihan Rumah Sakit | Diklat Rumah Sakit- Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr Ramelan atau  dikenal masyarakat dengan RSAL siap bersaing dengan rumah sakit asing. Pimpinan Rumkital Dr Ramelan yang baru, Kolonel Laut (K) dr Syarief Hidayat SpKK, mengaku optimistis meskipun pada 2015 banyak rumah sakit (RS) asing masuk ke Surabaya. Syarief menegaskan Rumkital Dr Ramelan siap bersaing dengan RS-RS asing tersebut karena RS yang ditanganinya ini sudah memiliki akreditasi paripurna. Syarief menerangkan akreditasi paripurna itu merupakan akreditasi tertinggi untuk rumah sakit. Rumkital Dr Ramelan sendiri baru mendapatkan akreditasi ini pada Mei lalu. Continue reading

AFTA 2015, Rumah Sakit Swasta Terancam Bangkrut

Tahun 2015, rumah sakit swasta di Depok terancam bangkrut. Hal itu diprediksi karena rumah sakit tak mampu bersaing akibat diberlakukannya ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau perdagangan bebas.“Investasi asing mulai masuk ke Indonesia. Mereka mendirikan rumah sakit, pabrik obat, dan jasa lainnya. Dengan sistem yang mereka punya, mereka bisa mengambil pasar. Sedangkan kami mengandalkan BPJS,” kata Ketua ARSSI Kota Depok, Dr Sjahrul Amri, Minggu (4/5/14).Menurut Amri, prediksi itu diungkapkannya karena saat ini tarif BPJS tidak bisa menutupi biaya operasional. Kemudian juga ia tidak yakin pemerintah serius menjadikan BPJS Kesehatan sebagai wadah masyarakat Indonesia mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan.

Continue reading