Tantangan Bisnis Rumah Sakit di Tengah Listrik Byarpet

Insiden listrik padam massal di setengah Pulau Jawa pekan lalu berdampak pada banyak hal, salah satunya adalah rumah sakit (RS). Ketiga cabang Mayapada Hospital harus terimbas padamnya listrik tersebut. Ketiga cabang tersebut berlokasi di Tangerang, Lebak Bulus, dan Bogor, yakni lokasi yang sempat tak mendapatkan pasokan listrik rata-rata hingga 8 jam. Padahal, RS sendiri tak boleh berhenti melayani pasiennya. Apalagi jika ada yang tengah menjalani operasi dan tentunya membutuhkan aliran listrik. Namun, Komisaris Utama Mayapada Healthcare (induk dari Mayapada Hospital) Jonathan Tahir mengatakan, ketiga RS-nya mampu bertahan ketika di tengah insiden pasokan listrik dari PLN tersebut sempat terhenti.

“Jadi kemarin itu, saya benar-benar langsung menanyakan kondisi RS kepada tim di RS. Bagaimana cara mereka mengatasinya. Dan saya mendapat laporan Mayapada Hospital dalam insiden ini 100% tercover,” tutur Jonathan kepada detikFinance, di Mayapada Tower, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Jonathan mengatakan, dengan pasokan listrik cadangan dari genset yang memadai, Mayapada Hospital tetap memberikan pelayanannya seperti biasa kepada para pasien. “Untuk listrik mati kita sudah persiapan, karena sangat berbahaya listrik mati ini. Terutama bila ada pasien yang sedang operasi ini berpotensi kehilangan nyawanya apabila tak ada listrik. Jadi kondisi listrik mati ini risikonya lebih besar terhadap RS. Tapi untungnya kita sudah backup oleh genset yang sangat memadai untuk meng-cover 100% RS. Jadi kalau masyarakat ke RS kami kala itu terasa tak ada perbedaan karena semuanya itu operasional seperti biasa,” ungkap Jonathan.

Jonathan mengatakan, ia pun telah membentuk response team, yaitu tim yang sigap dalam penanganan insiden mendadak di RS-nya.

“Saya pun sudah membentuk response team. Jadi insiden semacam ini harus ada response team yang siap menangani. Tapi benar-benar kita beruntung sekali bahwa kita ada persiapan. Dan faktanya dalam insiden ini, kita sama sekali tidak terdampak olehnya. Cara termudah kan melihat apakah ada pasien yang komplain. Dan buktinya ketika ada insiden ini pasien tidak ada yang komplain,” terang bapak dari tiga anak tersebut.

Ia memastikan, ketika listrik padam kemarin, tak ada kejadian pemindahan pasien, dan tak ada pasien Mayapada Hospital yang sedang menjalani operasi. Menurutnya, hal tersebut merupakan keberuntungan besar bagi Mayapada Hospital.

“Tidak ada kejadian seperti pemindahan pasien, dan sebagainya, di ketiga RS kami itu tidak ada. Setahu saya tidak ada. Ada yang mau dioperasi, makanya kita ini beruntung. Ini kan masalah timing semua, jadi memang kebetulan tidak ada yang sedang dioperasi. Memang ada yang baru akan dioperasi, tapi kita pastikan switch genset baru sudah lebih efektif. Jadi setelah genset beroperasi, RS beroperasi seperti biasa, pasien tersebut kembali dioperasi,” jelas Jonathan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 + three =