Vaksinasi Tahap Kedua, Lansia Bisa Langsung ke RS-Puskesmas

Pelatihan Rumah Sakit – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta warga lanjut usia (lansia) yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menerima suntikan dosis vaksin virus corona (SARS-CoV-2).

Peserta vaksinasi Covid-19 tahap kedua yang menyasar 21,5 juta orang berusia di atas 60 tahun ini tidak perlu lagi melalui proses pendaftaran secara personal. Hal tersebut berbeda dari vaksinasi tahap pertama ke tenaga kesehatan yang sempat mengharuskan registrasi secara personal usai menerima SMS dari Kemenkes.

“Untuk lansia tempatnya di seluruh Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (17/2).

Perihal pendataan pada lansia, Kemenkes bekerja sama dengan Direktorat Jenderal kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta BPJS Kesehatan. Namun dia memastikan tidak ada perbedaan proses vaksinasi antara peserta dari data BPJS Kesehatan dan yang tidak.

“Tidak ada hubungan dengan BPJS ya, silakan datang saja ke Puskesmas dan RS pemerintah,” imbuh dia.

Meski begitu, Nadia meminta lansia dengan dengan penyakit penyerta alias komorbid masih perlu membawa surat keterangan layak menerima vaksin dari dokter. Adapun penyakit komorbid pada lansia yang dimaksud seperti sakit jantung, hipertensi, gangguan liver, ginjal, dan penyakit autoimun.

“Lansia dalam kondisi tertentu di mana komorbidnya terkendali, kami harap pada saat vaksinasi membawa surat layak vaksin dari dokter yang merawat,” jelas Nadia.

Nadia juga menegaskan pemeriksaan komorbid pada lansia tidak dilakukan pada saat vaksinasi Covid-19. Ketika pelaksanaan vaksinasi, petugas kesehatan atau vaksinator hanya akan memberikan suntikan vaksin tanpa memeriksa komorbid.

Pada hari ini, pemerintah mulai melakukan Dalam pelaksanaannya, Kemenkes menyiapkan empat metode pelaksanaan vaksinasi.

Pertama vaksinasi di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit, vaksinasi di institusi negara, vaksinasi massal di satu tempat, atau vaksinasi massal bergerak. Sedangkan khusus untuk kelompok lansia, metode vaksinasi hanya dilakukan di Faskes yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


6 − = dua