33 Puskesmas-6 RS di Kab Probolinggo Buka Pelayanan Vaksinasi Covid

33 Puskesmas-6 RS di Kab Probolinggo Buka Pelayanan Vaksinasi Covid

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua di Kabupaten Probolinggo, memasuki hari kelima sejak digelar Kamis (25/2). Mulai Senin (1/3), vaksinasi bagi petugas pelayanan publik itu dilaksanakan di 33 puskesmas dan 6 rumah sakit. Yakni, RSUD Waluyo Jati Kraksaan, RSUD Tongas, dan 4 rumah sakit swasta.

—————–

VAKSINASI tahap kedua termin pertama untuk dosis pertama Selasa (2/3), diikuti Wakil Bupati Probolinggo H.A. Timbul Prihanjoko bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko. Ada juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilowati Soeparwiyono. Mereka mengikuti vaksinasi di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Vaksinasi yang digelar di Poli Eksekutif RSUD Waluyo Jati Kraksaan itu juga diikuti sasaran dari sejumlah instansi. Di antaranya, aparatur sipil negara (ASN) dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, hingga dari KONI, termasuk para atlet.

Sebelum disuntik vaksin Sinovac, setiap sasaran melakukan registrasi di meja 1 dilanjutkan screening di meja 2. Di antaranya, pemeriksaan anamnesa, cek suhu tubuh, dan cek tensi darah. Kemudian, menuju meja 3 untuk vaksinasi dan dilanjutkan di meja 4 untuk observasi atau pemantauan dan pencatatan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

“Alhamdulillah sudah selesai. Tadi ketika disuntik saya tidak merasakan sakit. Tiba-tiba sudah selesai. Saya tidak merasakan reaksi apa-apa setelah disuntik,” ujar Wabup Timbul Prihanjoko usai mengikuti vaksinasi, kemarin.

Kepada masyarakat, Wabup berharap untuk ikut menyukseskan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah. Sebab, tujuannya untuk melindungi semua warga negara Indonesia. Sehingga, dengan adanya vaksinasi, bisa menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.

“Meski merasa sehat, jangan merasa tidak perlu divaksin. Kasihan bagi yang ketahanan tubuhnya lemah. Amal tidak harus memakai uang. Dengan menjaga kesehatan orang lain, itu termasuk amal. Jagalah kesehatan diri sendiri dan orang lain. Apalagi di masa pandemi ini,” katanya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu dan takut untuk mengikuti vaksinasi yang akan dilakukan bertahap itu. Jika semuanya sehat dan pandemi Covid-19 ini bisa ditangani dan diputus, nantinya juga akan berdampak pada pemulihan ekonomi dan pemulihan kehidupan di masyarakat.

“Selama pandemi memang banyak pembatasan. Sehingga, masyarakat banyak yang mengeluh. Harapan kami, jika Covid-19 ini sudah tertangani dan semuanya sehat, imbasnya semuanya bisa berjalan normal seperti sebelum ada pandemi,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengatakan, untuk menyukseskan vaksinasi, sejak Senin (1/3), semua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Probolinggo sudah membuka pelayanan vaksinasi. Yakni, di 33 puskesmas dan 6 rumah sakit.

“Vaksinator di masing-masing puskesmas dan rumah sakit ada 10 orang yang sudah mendapatkan pelatihan. Dari jumlah itu, kami kembangkan melalui on the job training. Saat ini di masing-masing puskesmas sudah ada minimal 30 orang,” katanya.

Shodiq menambahkan, dari jumlah itu telah dibentuk tim vaksinator. Rata-rata setiap puskesmas memiliki tiga tim. Bahkan, satu puskesmas ada yang memiliki 5 tim. Dalam pelaksanaannya, mereka bertugas di meja 1, meja 2, meja 3, dan meja 4.

“Untuk target percepatannya tergantung vaksin yang datang. Yang jelas petugas sudah siap. Misalnya, Senin (1/3), dalam sehari kami bisa memvaksin 2.000 lebih sasaran. Harapan kami vaksinnya datang rutin. Sehingga, target kami melakukan vaksinasi hingga 2.500 orang dalam sehari bisa dilakukan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


empat − = 1