Jogja Disarankan Adakan Rumah Sakit Darurat

Jogja Disarankan Adakan Rumah Sakit Darurat

Pelatihan Rumah Sakit – Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Jogja terus mengkhawatirkan. Pendirian rumah sakit darurat dan sejenisnya dinilai perlu untuk diadakan untuk memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat.

Anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja Nurcahyo Nugroho mengatakan berdasar hasil raker dengan Dinas Kesehatan dan perwakilan rumah sakit di Kota Jogja, saat ini kondisi fasilitas layanan kesehatan sudah mengkhawatirkan. Ketersediaan bed tidak lagi dapat menampung pasien Covid-19 karena jumlah penambahan bed harian yang persentasenya terus meningkat.

Oleh karena itu, ia mengusulkan pentingnya pendirian rumah sakit darurat, seperti dengan mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien. Mengingat Kota Jogja menjadi rujukan pasien dari daerah lain.

“Kondisi sudah sangat mendesak, ruang perawatan penuh, menurut kami perlu segera diadakan semacam rumah sakit darurat dengan melibatkan berbagai komponen dan instansi lain seperti TNI, Polri serta lembaga lain. Termasuk memastikan stok oksigen tersedia, jangan sampai terjadi kelangkaan,” ujarnya (30/6).

Nurcahyo mengungkapkan salah satu penyebab menumpuknya pasien di ruang isolasi karena menunggu hasil tes PCR yang butuh waktu cukup lama yaitu antara empat hingga lima hari. Persoalan ini harus dipangkas dengan menyediakan layanan secara mobile dengan mengerahkan tenaga kesehatan yang ada. Harapannya bisa mengurangi penumpukan pasien di ruang isolasi.

“Jika diperlukan sebaiknya diadakan kendaraan yang secara khusus bisa melayani tes PCR sehingga layanan bisa diberikan mobile,” ujarnya.

Sama halnya dengan selter, menurutnya perlu ditambah dengan memanfaatkan sejumlah gedung milik pemerintah yang untuk sementara ini tidak digunakan. Menurutnya, berdasarkan data pekan lalu jumlah antrean masuk ke selter mencapai 36 orang yang diperkirakan akan terus bertambah.

“Karena isolasi di rumah itu juga berisiko menular ke anggota keluarga yang lain. Selain itu jika diisolasi di selter, pasien akan lebih mudah dipantau,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


7 + lima =