Survei CISDI: Belum Semua Tenaga Vaksinator di Puskesmas Dapat Pelatihan

Pelatihan Rumah Sakit – Saat ini Indonesia masih menjalani program vaksinasi Covid-19 Terbaru, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives  (CISDI) mengungkapkan, masih ada tenaga vaksinator di puskesmas belum mendapat pelatihan. CISDI melakukan survei mengenai kesiapan puskesmas untuk vaksinasi secara daring pada 1 Februari-15 Maret 2021.

“Yang juga menjadi perhatian, belum semua tenaga vaksinator mendapatkan pelatihan,” kata Direktur Kebijakan CISDI Olivia Herlinda

Dalam laporannya, CISDI mengungkapkan sebanyak 40,8 persen responden menjawab seluruh tenaga vaksinator di puskesmas tempat mereka bekerja sudah mendapat pelatihan. Sebanyak 47,3 persen responden mengaku hanya sebagian vaksinator yang mendapat pelatihan, 10,3 persen menjawab kurang dari sebagian vaksinator mendapat pelatihan, serta 0,5 persen menjawab tidak ada yang dilatih.

Continue reading

Pelatihan Vaksinasi COVID-19 Digelar Puslatkesda Dinkes

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelatihan Kesehatan Daerah (Puslatkesda) Dinas Kesehatan DKI Jakarta kembali mengadakan pelatihan vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) secara online atau daring pada bulan ini.

Kepala UPT Puslatkesda Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Nisma Hiddin mengatakan, pelatihan ini digelar mengingat sasaran pada Tahap Kedua vaksinasi COVID-19 berjumlah 502.543 orang dari sasaran 7,9 juta penduduk DKI Jakarta yang terdiri dari lansia, pedagang pasar, pegawai pemerintahan, tokoh agama, pendidik, dan lain-lain.

“Pelatihan dilaksanakan sebanyak tiga gelombang dan dibatasi 1.000 peserta setiap gelombang,” ujarnya (3/3).

Nisma menjelaskan, untuk bulan ini dilaksanakan pelatihan Gelombang 4 pada 8-10 Maret 2021; Gelombang 5 mulai 22-24 Maret 2021; dan Gelombang 6 pada 29-31 Maret 2021.

“Pelatihan ini terbuka bagi nakes rumah sakit, klinik, dan praktik mandiri yang berdomisili di DKI Jakarta,” terangnya.

Menurutnya, pelatihan vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi nakes khususnya dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Kompetensi ini mencakup di antaranya assessment, memperlakukan vaksin atau rantai dingin, mengetahui dosis, dan melaksanakan vaksinasi atau penyuntikan.

“Perlakuan terhadap vaksin COVID-19 ini juga khusus. Tenaga kesehatan perlu memahami tanda dan gejala ikutan setelah divaksinasi. Termasuk, pelaporan dari kegiatan vaksin. Untuk itu, pembekalan atau peningkatan kompetensi ini diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga bertujuan untuk menambah jumlah nakes yang memiliki kemampuan melakukan vaksinasi warga sasaran. Contohnya, pada 8 Maret nanti untuk karyawan perkantoran yang jumlahnya puluhan ribu orang divaksinasi.

“Kita masih memerlukan banyak nakes yang berkompeten melakukan vaksinasi dengan baik. Lulus pelatihan menjadi syarat dan kewajiban tenaga kesehatan untuk dapat melakukan vaksinasi,” tandasnya.